Hasil Penelitian Terbaru, Uang Bisa Membeli Kebahagiaan
Penulis studi dan seorang peneliti ekonomi perilaku di University of Cambridge di Inggris, Joe Gladstone, mengatakan secara historis studi menunjukkan hubungan yang lemah antara uang dan kesejahteraan. Ia mengatakan studinya menemukan hal baru dengan penggalian data transaksi.
“Studi kami menunjukkan belanja dapat meningkatkan kebahagiaan jika dihabiskan untuk barang dan jasa yang sesuai dengan kepribadian dan memenuhi kebutuhan psikologis," kata Gladstone.
Gladstone dan para peneliti menganalisis lebih dari 76 ribu konsumsi yang dilakukan 625 orang selama enam bulan. Konsumsi tersebut kemudian dikelompokkan dalam kategori kepribadian.
Misalnya, konsumsi berupa makan di pub dikelompokkan dalam kepribadian extraversion, yakni orang yang mudah bergaul. Konsumsi berupa amal dan hewan peliharaan dikelompokkan dalam kepribadian agreeableness, yakni orang yang penuh kasih sayang dan ramah.
Kemudian, peserta studi mengikuti survei tes kepribadian, kepuasan hidup, dan transaksi mereka. Para peneliti menemukan orang cenderung membelanjakan uangnya sesuai dengan kepribadiannya.
Misalnya, orang ekstrover menghabiskan rata-rata US$ 73 lebih per tahun pada pub malam dibandingkan orang introver. Orang-orang yang disiplin dan terorganisasi menghabiskan US$ 174 lebih per tahun pada kesehatan dan kebugaran.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbelanja hal yang tepat dan sesuai kepribadian, melaporkan tingkat kepuasan hidup lebih tinggi. Hal ini jika dibandingkan dengan orang-orang yang berbelanja tak sesuai kepribadian.
Percobaan kedua dilakukan dengan memberi peserta studi dua macam kupon hadiah. Dua kupon hadiahnya adalah untuk digunakan di toko buku atau bar. Orang ekstrover yang menggunakan kupon bar terbukti lebih bahagia dibanding orang introver dengan kupon yang sama.
Begitu pula dengan orang introver yang terbukti lebih bahagia menggunakan kupon toko buku ketimbang orang ekstrover yang menggunakan kupon yang sama.
Peneliti bidang psikologi dari University of Cambridge, Sandra Matz, mengatakan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara pengeluaran dan kebahagiaan dapat membimbing seseorang bagaimana menemukan kebahagiaan melalui pilihan konsumsi.
[Live Science/Stmg24/ep]
Hasil Penelitian Terbaru, Uang Bisa Membeli Kebahagiaan
Reviewed by Unknown
on
9:40:00 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
9:40:00 AM
Rating:

No comments: