Pemerintah Rusia Berencana Beli Bayi Agar Wanita Tidak Aborsi
Menurut undang-undang baru yang diusulkan anggota parlemen dari Partai Nasionalis, pemerintah akan membayar wanita yang tidak menggugurkan kandungannya senilai
US$ 3.700 atau sekitar Rp 48,5 juta, tentunya jika ia setuju menjual bayinya.
Pemerintah memperkirakan, dengan berlakunya nanti undang-undang itu, tingkat kelahiran dan memberi anak-anak kesempatan untuk hidup akan meningkat.
Seperti dilansir RT News, sekitar 200 ribu wanita diperkirakan berpartisipasi dalam draf yang masih di tahap studi ini.
"Ini akan membantu anak-anak yang sudah ditetapkan akan mati sebelum dilahirkan untuk hidup," kata anggota parlemen, Aleksandr Sherin, dalam catatan yang disertakan dengan usul itu.
Lebih rinci, rancangan undang-undang itu menyebutkan wanita yang setuju pemerintah membeli bayinya lebih dulu menyerahkan informasi tentang kehamilannya, termasuk tanggal dia diperkirakan melahirkan. Kemudian wanita itu membuat surat perjanjian yang menyatakan tidak akan menggugurkan bayi dalam kandungannya lengkap dengan sertifikasi dokter.
Peraturan mengenai aborsi di Rusia cukup liberal. Anggota parlemen konservatif berniat memperketat aturan tentang aborsi. Pada Mei 2015, anggota parlemen yang mewakili mayoritas parlemen Rusia dan oposisi kiri-tengah menyusun rancangan undang-undang yang akan membatasi pembayaran asuransi negara untuk aborsi, melarang klinik swasta melakukan praktek tersebut.
Undang-undang Rusia hanya mengizinkan pengguguran kandungan saat janin berusia kurang 12 minggu.
[RT News/Stmg24/ep]
Pemerintah memperkirakan, dengan berlakunya nanti undang-undang itu, tingkat kelahiran dan memberi anak-anak kesempatan untuk hidup akan meningkat.
Seperti dilansir RT News, sekitar 200 ribu wanita diperkirakan berpartisipasi dalam draf yang masih di tahap studi ini.
"Ini akan membantu anak-anak yang sudah ditetapkan akan mati sebelum dilahirkan untuk hidup," kata anggota parlemen, Aleksandr Sherin, dalam catatan yang disertakan dengan usul itu.
Lebih rinci, rancangan undang-undang itu menyebutkan wanita yang setuju pemerintah membeli bayinya lebih dulu menyerahkan informasi tentang kehamilannya, termasuk tanggal dia diperkirakan melahirkan. Kemudian wanita itu membuat surat perjanjian yang menyatakan tidak akan menggugurkan bayi dalam kandungannya lengkap dengan sertifikasi dokter.
Peraturan mengenai aborsi di Rusia cukup liberal. Anggota parlemen konservatif berniat memperketat aturan tentang aborsi. Pada Mei 2015, anggota parlemen yang mewakili mayoritas parlemen Rusia dan oposisi kiri-tengah menyusun rancangan undang-undang yang akan membatasi pembayaran asuransi negara untuk aborsi, melarang klinik swasta melakukan praktek tersebut.
Undang-undang Rusia hanya mengizinkan pengguguran kandungan saat janin berusia kurang 12 minggu.
[RT News/Stmg24/ep]
Pemerintah Rusia Berencana Beli Bayi Agar Wanita Tidak Aborsi
Reviewed by Unknown
on
10:51:00 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
10:51:00 PM
Rating:

No comments: